De Zerbi Ingatkan Marseille Masih Bisa Terpeleset di Tengah Tren Positif
Roberto De Zerbi kembali menegaskan sikap realistisnya sebagai pelatih Olympique Marseille. Meski timnya menunjukkan peningkatan performa dan mulai meraih hasil positif, De Zerbi menolak untuk larut dalam euforia. Menurutnya, posisi Marseille masih jauh dari kata aman karena kompetisi Ligue 1 sangat ketat dan penuh kejutan. Satu kesalahan kecil saja bisa membuat tim terpeleset dan kehilangan poin penting.
De Zerbi ingin para pemain memahami bahwa tren positif hanyalah bagian dari proses, bukan tujuan akhir. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, tanpa memandang status lawan maupun situasi klasemen.
Progres Permainan yang Mulai Terlihat
Sejak ditangani De Zerbi, Marseille perlahan menunjukkan identitas permainan yang lebih jelas. Penguasaan bola yang rapi, keberanian membangun serangan dari lini belakang, serta pressing agresif menjadi ciri utama. Dalam beberapa laga terakhir, permainan Marseille terlihat lebih terstruktur dan percaya diri.
Lini tengah mulai mampu mengontrol tempo, sementara sektor sayap memberikan ancaman konstan. Meski begitu, De Zerbi menilai progres ini belum cukup. Ia melihat masih ada inkonsistensi, terutama saat tim kehilangan fokus di momen-momen krusial pertandingan.
Celah yang Masih Perlu Dibenahi
De Zerbi secara terbuka menyoroti beberapa aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah. Konsentrasi bertahan menjadi salah satu perhatian utama, terutama saat menghadapi serangan balik cepat. Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir juga dinilai belum maksimal, meski peluang yang diciptakan cukup banyak.
Menurut De Zerbi, Marseille harus belajar “membunuh” pertandingan lebih cepat. Jika terlalu lama membiarkan lawan tetap hidup, risiko kebobolan atau kehilangan poin akan semakin besar.
Tekanan Besar sebagai Klub Raksasa
Sebagai klub dengan sejarah dan basis suporter fanatik, Marseille selalu berada di bawah sorotan. De Zerbi memahami bahwa tekanan eksternal bisa memengaruhi performa pemain, baik secara positif maupun negatif. Ketika menang, ekspektasi langsung melonjak. Sebaliknya, satu hasil buruk saja bisa memicu kritik tajam.
Karena itu, De Zerbi berusaha menanamkan mentalitas kuat kepada skuadnya. Ia ingin para pemain tetap membumi, bekerja keras, dan tidak terpengaruh oleh pujian maupun kritik yang berlebihan.
Bahaya Laga yang Dianggap Mudah
Salah satu poin penting yang ditekankan De Zerbi adalah bahaya meremehkan lawan. Dalam banyak kasus, tim besar justru terpeleset saat menghadapi tim yang di atas kertas lebih lemah. Lawan bermain tanpa beban, sementara Marseille dituntut mendominasi permainan.
De Zerbi menilai kesabaran dan disiplin menjadi kunci dalam pertandingan seperti ini. Tanpa dua hal tersebut, dominasi penguasaan bola bisa berubah menjadi bumerang.
Konsistensi dan Kedalaman Skuad
Selain faktor taktik, De Zerbi juga menyoroti pentingnya kebugaran pemain dan kedalaman skuad. Jadwal padat berpotensi memicu kelelahan dan cedera. Oleh karena itu, rotasi harus dilakukan secara cermat agar level permainan tetap terjaga.
Ia ingin setiap pemain siap berkontribusi kapan pun dibutuhkan, bukan hanya mengandalkan sebelas pemain inti. Konsistensi tim, menurut De Zerbi, lahir dari kolektivitas, bukan individu semata.
Fokus pada Proses, Bukan Euforia
Peringatan De Zerbi bukan bentuk pesimisme, melainkan refleksi dari pengalamannya di level tertinggi. Ia sadar bahwa musim masih panjang dan tantangan akan terus datang. Marseille memang berada di jalur yang benar, tetapi belum mencapai tujuan.
