Hasil Celtic vs Roma Evan Ferguson Bersinar, Giallorossi Menang Nyata 3–0
Dalam pertandingan UEFA Europa League yang berlangsung di Celtic Park, Glasgow, Celtic harus menelan kekalahan telak 0–3 dari AS Roma pada laga pekan ke‑6 fase grup yang digelar pada 11 Desember 2025. Kekalahan ini terjadi setelah dominasi penuh dari klub asal Serie A, yang menutup pertandingan dengan skor nyaman berkat performa impresif dari striker mereka, Evan Ferguson.
Pertandingan ini sendiri menjadi momen yang sulit bagi Celtic, terutama karena mereka gagal mencetak gol sama sekali dan dipaksa melihat lawannya memimpin sejak menit‑menit awal. Roma memanfaatkan setiap peluang dengan baik, dan hasil ini sekaligus menjadi salah satu kemenangan terbesar mereka di kompetisi musim ini.
Babak Pertama yang Melekat di Ingatan
Laga baru berjalan beberapa menit ketika nasib buruk menimpa tuan rumah. Pada menit ke‑6, bek Celtic, Liam Scales, tanpa sengaja menjatuhkan timnya dengan mencetak gol bunuh diri setelah berusaha menghadang bola di area kecil. Gol ini memberikan keunggulan awal bagi Roma dan langsung memicu euforia di kalangan pemain tamu.
Gol pertama dari Giallorossi ini membuat momentum pertandingan sepenuhnya berada di pihak tim tamu. Celtic terlihat terburu‑buru, kesulitan mengembangkan permainan, dan sering kali kehilangan bola di lini tengah. Tekanan Roma pun terus berlanjut sepanjang babak pertama.
Evan Ferguson: Aktor Dominan di Lini Depan
Puncak dominasi Roma terlihat jelas dari ketajaman lini serang mereka. Striker muda asal Irlandia, Evan Ferguson, benar‑benar mencuri perhatian dengan mencetak dua gol penting pada menit ke‑36 dan tambahan waktu babak pertama. Gol pertamanya lahir dari penyelesaian klinis di dalam kotak penalti setelah menerima umpan matang dari rekan setimnya.
Tak puas hanya sekali, Ferguson kembali mencatatkan namanya di papan skor saat laga memasuki waktu tambahan babak pertama (45+1′). Tendangan cerdasnya menutup paruh waktu dengan keunggulan dua gol bagi Roma, memberikan tekanan psikologis besar kepada Celtic jelang turun minum.
Performa gemilang Ferguson ini bukan hanya sekadar gol — pergerakannya yang tajam dan insting menyerang yang tinggi membuat lini belakang Celtic kesulitan meredam ancamannya sepanjang 45 menit pertama.
Kesempatan Tersia‑sia dan Kekalahan yang Nyata
Celtic sebenarnya memiliki peluang untuk memecah kebuntuan di menit‑menit awal tambahan waktu babak pertama melalui tendangan penalti, namun peluang itu gagal dikonversi menjadi gol karena tendangan pemain mereka menghantam tiang. Momen ini menjadi simbol perlawanan tim Skotlandia yang sayangnya tidak cukup kuat menghadapi dominasi serangan Roma.
Usaha Celtic di babak kedua tidak mampu mengubah keadaan. Roma tetap menjaga struktur permainan mereka, menerapkan pressing yang efektif, dan memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan tim tuan rumah. Hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, skor tetap bertahan 3–0 untuk kemenangan tim tamu.
Dampak Kekalahan bagi Celtic
Kekalahan ini semakin mempertegas awal yang kurang ideal bagi Celtic di kancah Eropa musim ini. Bagi manajer mereka, Wilfried Nancy, hasil negatif ini menjadi salah satu tantangan besar sejak mengambil alih tim. Kekecewaan fans juga nampak nyata mengingat harapan tinggi sebelum laga dimulai.
Sementara itu, dari sisi Roma, kemenangan ini memperkuat posisi mereka di klasemen dan memberikan momentum positif menjelang pertandingan penting selanjutnya di kompetisi domestik maupun Eropa. Performa Ferguson juga dipandang sebagai sinyal kuat bahwa lini serang mereka bisa menjadi ancaman nyata bagi lawan‑lawan berikutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan antara Celtic dan Roma di Europa League ini menunjukkan sebuah performa luar biasa dari tim tamu, dengan Evan Ferguson sebagai bintang utama yang bersinar terang. Dengan kemenangan 3‑0 yang meyakinkan, Roma menunjukkan dominasi mereka dan memberikan pelajaran berharga bagi Celtic soal konsistensi dan efektivitas di level Eropa.
