Ruben Loftus-Cheek Kembali Diterima Timnas Inggris Setelah Hampir 7 Tahun Absen
Ruben Loftus-Cheek, gelandang serba bisa asal Inggris, akhirnya kembali dipanggil untuk memperkuat tim nasional Inggris setelah hampir tujuh tahun absen. Kembalinya Loftus-Cheek ke skuad “Three Lions” merupakan pencapaian yang luar biasa setelah sejumlah tahun yang penuh dengan tantangan, cedera, dan kesulitan dalam menemukan konsistensi di level klub.
Awal Karier Internasional yang Cerah
Ruben Loftus-Cheek memulai karier internasionalnya dengan sangat cerah. Pemain asal London ini tampil mengesankan sejak debutnya bersama Timnas Inggris pada 2017. Pada usia yang masih muda, Loftus-Cheek sudah tampil di turnamen besar, seperti Piala Dunia 2018, di mana ia menjadi bagian dari skuad yang mencapai semifinal.
Loftus-Cheek dikenal dengan kemampuannya yang serba bisa, mulai dari menggiring bola yang lincah, kontrol yang baik, hingga visi permainan yang matang untuk seorang gelandang. Kombinasi fisik yang kuat dengan keterampilan teknisnya menjadikannya pemain yang sangat dibutuhkan oleh timnas Inggris. Sayangnya, perjalanan internasionalnya mulai terhenti seiring dengan serangkaian cedera yang menghantam dirinya.
Masa-masa Sulit dan Cedera yang Menghambat
Setelah tampil impresif pada awal karier internasionalnya, Loftus-Cheek menghadapi serangkaian cedera yang mempengaruhi performa dan waktu bermainnya di level klub maupun internasional. Cedera Achilles yang dialaminya pada tahun 2019 menjadi titik balik yang sangat signifikan dalam kariernya. Cedera tersebut memaksanya absen untuk waktu yang cukup lama, dan ia membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk kembali ke kondisi terbaiknya.
Meskipun ia sempat kembali ke lapangan, cedera yang berulang dan penurunan performa menjadi hambatan besar. Ini menyebabkan ia terpinggirkan dari skuad Timnas Inggris selama beberapa tahun. Puncaknya adalah pada edisi Piala Eropa 2020, di mana meskipun ia mendapatkan kesempatan untuk berlatih dengan tim, ia tidak dipanggil oleh Gareth Southgate untuk masuk dalam daftar final 26 pemain yang bertanding di turnamen tersebut.
Namun, meskipun absen lama, Loftus-Cheek tidak pernah kehilangan motivasi. Ia terus berjuang untuk mendapatkan kembali tempatnya di tim utama Chelsea, meskipun sempat dipinjamkan ke klub-klub lain seperti Fulham.
Kembali Ke Timnas: Penghargaan untuk Kerja Keras
Setelah bertahun-tahun berjuang, Loftus-Cheek akhirnya menunjukkan kebangkitan kembali yang luar biasa. Sejak kembali dari cedera, ia mulai tampil solid di Chelsea, di bawah manajer Graham Potter dan kemudian Mauricio Pochettino. Loftus-Cheek tampil lebih konsisten di lini tengah Chelsea, memberikan kontribusi baik dalam aspek pertahanan maupun serangan.
Pada musim 2023/2024, Loftus-Cheek benar-benar membuktikan dirinya layak kembali ke panggung internasional. Performa stabilnya di Chelsea membuka jalan baginya untuk dipanggil kembali ke skuad Timnas Inggris. Panggilan tersebut diterima dengan rasa syukur dan kepercayaan diri tinggi oleh Loftus-Cheek, yang melihat kembalinya ia ke Timnas sebagai buah dari kerja keras dan ketekunan yang tak pernah pudar.
Panggilan ini sekaligus menegaskan bahwa tim nasional Inggris tidak hanya mengandalkan pemain-pemain bintang yang sudah mapan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pemain yang menunjukkan perkembangan dan kualitas yang konsisten, meskipun sempat mengalami masa-masa sulit.
Pengaruh Kembalinya Loftus-Cheek bagi Timnas Inggris
Kembalinya Loftus-Cheek ke Timnas Inggris membawa angin segar. Gelandang berusia 27 tahun ini dapat memberikan dimensi baru dalam lini tengah Timnas Inggris, yang sudah dipenuhi dengan pemain-pemain bertalenta seperti Declan Rice, Jude Bellingham, dan Kalvin Phillips. Keberadaan Loftus-Cheek bisa memberi opsi lebih banyak bagi Gareth Southgate, baik dalam hal kekuatan fisik, kreativitas, maupun fleksibilitas dalam mengatur permainan.
Selain itu, Loftus-Cheek memiliki kemampuan untuk bermain di berbagai posisi gelandang, dari gelandang bertahan hingga gelandang serang, membuatnya menjadi pemain yang sangat berguna dalam situasi yang berbeda. Dengan pengalaman yang luas di Premier League dan level internasional, ia bisa menjadi pemain yang krusial dalam upaya Timnas Inggris untuk meraih gelar juara di turnamen besar mendatang, seperti Piala Dunia 2026.
Kembalinya Ruben Loftus-Cheek ke Timnas Inggris setelah hampir tujuh tahun absen adalah bukti nyata dari ketekunan dan komitmen yang tak kenal lelah. Meskipun perjalanan karier internasionalnya sempat terhenti akibat cedera, ia akhirnya bisa kembali menunjukkan kualitas terbaiknya di level klub, yang membuka jalan baginya untuk kembali dipanggil oleh Gareth Southgate. Dengan performa stabilnya di Chelsea dan kemampuannya yang serba bisa, Loftus-Cheek bisa menjadi aset berharga bagi Timnas Inggris di masa depan.
