Bukan Gerrard! Ini Pemain yang Nyaris Direkrut Alex Ferguson ke MU
Alex Ferguson dan Transfer yang Tak Selalu Berhasil
Alex Ferguson dikenal sebagai salah satu manajer paling sukses dalam sejarah sepak bola. Setelah menorehkan prestasi bersama St Mirren dan Aberdeen, ia membangun dinasti Manchester United selama lebih dari dua dekade.
Di bawah kepemimpinannya, Setan Merah meraih 13 gelar Premier League serta berbagai trofi bergengsi lainnya. Namun, di balik kesuksesan itu, Alex Ferguson mengakui bahwa tidak semua target transfernya berhasil diwujudkan.
Menariknya, bukan nama besar seperti Steven Gerrard, Alan Shearer, atau Frank Lampard yang ia sorot. Justru satu nama legenda Arsenal menjadi pemain yang nyaris ia bawa ke Old Trafford.
Tony Adams, Target Nyata yang Nyaris Direkrut
Sosok tersebut adalah Tony Adams, kapten legendaris Arsenal yang dikenal sebagai bek tangguh sekaligus pemimpin alami di lapangan.
Dalam wawancara pada 2015, Alex Ferguson secara terbuka mengakui bahwa ia pernah mencoba merekrut Adams saat masih muda.
“Saya pikir Tony Adams adalah pemain United yang mengenakan seragam Arsenal,” ujar Alex Ferguson.
“Saya pikir dia akan sangat sempurna untuk United. Saya sempat mencoba ketika dia berusia 19 tahun, di tim cadangan, tapi tidak ada peluang.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Adams bukan sekadar pemain yang dikagumi, tetapi benar-benar masuk dalam radar serius Alex Ferguson. Namun, Arsenal sama sekali tidak membuka jalan untuk melepas pemain yang kemudian menjadi ikon klub.
Sepanjang kariernya, Adams sukses mempersembahkan empat gelar liga bagi Arsenal dan dikenal sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Carragher: Bukan Target, Tapi Sangat Dikagumi
Berbeda dengan Adams, Jamie Carragher tidak pernah benar-benar didekati untuk direkrut. Namun, Alex Ferguson tetap memberikan respek tinggi terhadap legenda Liverpool tersebut.
Menurutnya, Carragher adalah contoh pemain dengan determinasi, loyalitas, dan mentalitas luar biasa.
“Mereka adalah contoh sejauh mana Anda bisa melangkah dalam sepak bola jika memiliki tekad dan keinginan untuk sukses,” kata Alex Ferguson, merujuk pada Adams dan Carragher.
Carragher dikenal sebagai simbol ketangguhan Liverpool dan menjadi bagian penting dalam comeback legendaris final Liga Champions 2005 melawan AC Milan, yang berakhir 3-3 sebelum Liverpool menang lewat adu penalti.
Alex Ferguson bahkan menilai Carragher punya potensi menjadi pelatih hebat.
“Saya pikir dia punya masa depan. Dia sekarang di televisi, tapi dia akan jadi manajer yang bagus. Dia punya kualitas itu.”
Zola, Lawan yang Diam-Diam Dikagumi
Selain dua bek tersebut, Alex Ferguson juga mengungkap kekagumannya pada legenda Chelsea, Gianfranco Zola.
Berbeda dengan Adams, Zola tidak disebut sebagai target transfer konkret. Namun, gaya bermainnya meninggalkan kesan mendalam bagi Alex Ferguson.
“Dia membuat saya kesal. Dia salah satu pemain yang tidak terpengaruh oleh siapa lawannya,” kata Alex Ferguson.
Yang paling diingat Alex Ferguson adalah ekspresi Zola saat bermain.
“Anda selalu melihat senyuman di wajahnya, dan itu membuat saya kesal. Saya berpikir, ‘Bagaimana dia bisa menikmati bermain melawan United?’”
Meski begitu, ia tetap memberikan pujian tinggi.
“Dia pemain yang fantastis. Saya suka menontonnya. Fakta bahwa saya mengatakan itu tentang pemain lawan menunjukkan betapa besar rasa kagum saya kepadanya.”
Antara Penyesalan dan Rasa Kagum
Kisah ini menunjukkan sisi lain dari perjalanan karier Alex Ferguson. Tidak semua pemain hebat bisa ia datangkan ke Manchester United, bahkan ketika ia benar-benar menginginkannya.
Tony Adams menjadi contoh nyata “transfer yang nyaris terjadi”, sementara Jamie Carragher dan Gianfranco Zola adalah pemain yang mendapat respek tinggi meski tak pernah benar-benar didekati.
Pada akhirnya, cerita ini bukan sekadar soal penyesalan, melainkan tentang bagaimana seorang manajer legendaris tetap bisa mengakui kualitas luar biasa dari pemain rivalnya.
